assalamu'alaikum bintang..
Pernahkah kita begitu menginginkan sesuatu?
Ataukah mungkin begitu berat melepaskan?
Dan sangat takut kehilangan?
Seperti pasir yang terus digenggam dengan begitu erat...
Namun tanpa sadar.. sedikit demi sedikit ia terlepas dari sela-sela kecil jemari..
Membayangkan sesuatu yang mungkin hanya ada di dalam pikiran kita...
Dan berharap terlalu banyak pada makhlukNya yang tak sempurna...
Dan ketika kita terhempas dari titik tertinggi, bagaimana rasanya?
Sakit..?
Perih..?
Lelah..?
Kecewa..?
Marah..?
Ingin menangis..?
Yach.. memang itu rasanya..
Kita terlalu berharap pada makhluk itu..
Melelahkan.. namun bukanlah itu pilihan kita..?
Padahal, harusnya kita hanya berharap padaNya...
Yach.. terkadang kita menggenggam sesuatu terlalu keras..
Tanpa peduli atau mungkin menutup mata atas kondisi sekitar kita..
Atau terlalu memaksakan sesuatu di luar kemampuan kita..
Bukankah sesuatu yang di paksakan itu akan lebih terasa sakit..?
Kita terlupa atau mungkin keras kepala..
Tetapi mungkin juga nafsu kitalah yang telah membutakan..
Satu lagi bintang..
dalam hidup, kita sering menunda banyak hal..
Taukah bintang, berapakah umur yang kita peroleh dariNya..?
Tak bisa menjawab kan?
MENUNDA....
Kata me+tunda, punya banyak makna...
Akankah satu hari kedepan kita masih diberi kesempatan berada di atas bumi..?
Akankah satu jam kedepan kita masih bisa merasakan detak jantung kita..?
Akankah satu detik kedepan kita masih menghirup udara..?
Kita tak akan tau jawabannya..
Namun ada Dzat yang Melihat.. yang dapat melihat tanpa ada keterbatasan..
Melihat semua apa yang tidak terihat oleh mata..
Ia Maha Mengetahui apa yang buruk dan apa yang baik buat kita...
Untuk masa depan kita..
Ketika kita mungkin terjatuh di titik yang yang paling bawah dalam hidup...
Aku yakin dan teramat yakin, Dia pasti akan mengulurkan kasih sayangNya..
Membelai kita dengan lembut..
Meskipun kita sering melupankanNya..
Meski terkadang kita menyisakanNya pada posisi terakhir ketika makhlukNya mengecewakan kita..
Kita tau..
Bukanlah cinta makhluk penuh keterbatasan..?
Namun, hanya berharap kepada Sang Khalik adalah keindahan dan ketenangan yang tak dapat tergantikan..
Kami tau.. kami bukanlah apa-apa..
Kami sadar.. kami seperti setitik debu di padang pasir yang luas,
Kami adalah hambaMu yang menuai banyak salah dan dosa..
CintaMu tak terbatas ruang maupun waktu..
Engkaulah Yang Maha Sempurna, dan aku yakin Engkau tak akan pernah meninggalkan kami seperti makhlukMu....
Jika seperti ini.. adakah yang lebih patut dijadikan sandaran selain daripaNya...?????

